Anggaran Material Pekerjaan Infrastruktur di Pakuhaji Jadi Sorotan LSM Seroja

IMG 20250518 WA0051

TANGERANG – Pekerjaan infrastruktur jalan gardu pisangan pakuhaji yang tepatnya di kecamatan Pakuhaji yang di kerjakan oleh CV DUA PUTRA PANJALU menjadi sorotan warga dan ketua DPC LSM Seroja kabupaten Tangerang.

Dugaan menggunakan material lifsun tidak pull sedangkan proyek pengerjaan jalan raya gardu pisangan pakuhaji yang pertama pun di duga tidak memakai Geotextile atau amparan atas guna untuk menjaga kelebaban beton kemanakan anggaran geotextile tersebut.

Menurut ketua DPC LSM Seroja kabupaten Tangerang, Muhidin, pengerjaan proyek jalan gardu pakuhaji di duga banyak menghilangkan anggaran yang sudah ditentukan oleh Rancana Anggaran Biaya (RAB) tersebut

Bacaan Lainnya

“Kendatipun demikian ini sangat
berbeda dengan tahap pertama yang telah rampung sebulan lalu. Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan besar bagi kami selaku warga Pakuhaji,”ucap Muhidin, Minggu (18/05/2025).

Selain itu ia juga menegaskan dikemanakan anggaran geotextile tersebut kenapa tidak terlihat setelah pengerjaan jalan yang sebelah sudah rampung.

IMG 20250515 WA0018

Lanjutnya mengenai konsistensi standar mutu dalam pelaksanaan proyek pembangunan jalan yang ada jalan raya gardu Pakuhaji sangat tidak transparan

Kemudian Pada tahap pertama, yang dikerjakan beberapa bulan yang lalu proyek menggunakan campuran beton yang dilengkapi dengan material lifsung bahan tambahan untuk memperkuat struktur dan ketahanan jalan terhadap tekanan beban karena jalan lebih kokoh dan tahan lama, hanya satu yang tidak ada yaitu geotextile.

Namun, pada pengerjaan tahap kedua yang dimulai minggu ini, warga dan kami selaku ketua DPC LSM Seroja kabupaten Tangerang mencatat bahwa campuran beton di duga menggunakan lifsung tidak pull. Beberapa warga merasa kecewa karena khawatir kualitas jalan tidak sebanding dengan jalan sebelumnya.

Sementara Warga Pakuhaji mengatakan kami lihat sendiri saat pengecoran tebal , besi doel yang seharusnya persekmen namun segitu panjangnya pengecoran jalan besi doel hanya beberapa saja.

“Kamipun meragukan dengan kualitas dan mutunya ” kata Heri warga Pakuhaji

Muhidin,0 ketua DPC LSM Seroja kabupaten Tangerang menambahkan Meski demikian, beberapa tokoh masyarakat meminta transparansi lebih dalam penyusunan spesifikasi teknis proyek agar masyarakat bisa memahami alasan perbedaan tersebut dan tidak menimbulkan kecurigaan.

“Kami hanya ingin kejelasan, agar pembangunan tetap berkualitas dan anggaran digunakan secara tepat,” kata Muhidin.

Hingga berita ini diturunkan, kami sebagai Masyarakat Pakuhaji berharap pemerintah dan dinas terkait dapat memastikan bahwa meskipun tanpa lifsung, kualitas jalan tetap sesuai standar dan tahan lama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *