TANGERANG – Bupati Tangerang, H. Moch. Maesyal Rasyid melaksanakan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) yang digelar di Masjid Hikmatul Falahiyah di wilayah Desa Cempaka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang pada Jumat (22/8/2025).
Agenda Jumling di Desa Cempaka, Bupati Tangerang hadir bersama unsur Forkopimda diantaranya Kapolesta Tangerang dan Dandim 0510 Tigaraksa serta perwakilan perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Tangerang melaksanakan salat Jumat berjamaah sekaligus bersilaturahmi langsung dengan masyarakat dan para tokoh agama setempat.
Beberapa hari sebelumnya Polsek Cisoka melaksanakan giat razia miras yang juga terjadi di Desa Cempaka, tempat dimana Bupati Tangerang melakukan Jumling.
Salah satu pemerhati sosial Alex, kami apresiasi tindakan pihak jajaran Polresta Tangerang melalui Polsek Cisoka telah merespon cepat informasi terkait peredaran miras di wilayah desa Cempaka Kecamatan Cisoka, dan fakta terjadi jajaran Polsek Cisoka menyita ratusan miras dengan beberapa merk.
Wilayah Kecamatan Cisoka yang berjuluk kota santri, dan Alhamdulillah hari ini bupati bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Tangerang menjadwalkan program Jumling sebagai penyejuk hati masyarakat, artinya marwah dan nama baik wilayah harus dijaga jangan sampai di cemari atau di kotori hal-hal yang sifatnya merusak nama baik wilayah.

Berkaca dari sebelumnya, insiden penggerebekan kios miras oplosan oleh masyarakat di wilayah Desa Sukatani Kec.Cisoka pada Maret Tahun 2024 lalu, dan belum lama ini peristiwa penertiban miras di desa Cempaka, kita berharap jangan ada lagi hal-hal yang meresahkan.
“Apa lagi pesan Kapolresta Tangerang yang mengharapkan dengan adanya kegiatan Jumling, sinergi antara pemerintah daerah, aparat, ulama dan masyarakat semakin erat dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang yang religius, harmonis, dan sejahtera,”terang Alex.
Meski tidak ada kaitannya dengan jadwal kegiatan Jumling Bupati Tangerang, namun ini membuktikan bahwa masyarakat di wilayah Kecamatan Cisoka memang agamis, dan kehadiran Bupati Tangerang membuktikan juga bahwa Kecamatan Cisoka banyak ulama dan Umaro.
“Kami berharap kedepannya jangan sampai lagi wilayah Cisoka sebagai kota santri dinodai, dan untuk menjaga nama baik wilayah kami berharap peran serta masyarakat sangat di butuhkan,” tutupnya.








