TANGERANG — Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Tangerang terus mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan sektor budidaya ikan.
Sebanyak 113.000 ekor benih ikan bantuan dari BBPAT Sukabumi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, disalurkan kepada 20 pondok pesantren di Kabupaten Tangerang.
Bantuan ini diharapkan menjadi modal awal bagi pesantren untuk membangun unit usaha budidaya ikan yang produktif dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, hasil budidaya tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan konsumsi santri, tetapi juga dapat dijual sehingga menghasilkan pendapatan bagi pesantren.
“Kita ingin bantuan ikan ini menjadi aset produktif pesantren. Jangan hanya habis dikonsumsi, tetapi dikembangkan, dipelihara sampai panen, kemudian sebagian hasilnya dapat dipasarkan. Dari sinilah pesantren bisa memiliki sumber pendapatan baru,” ujar Ketua FSPP Kabupaten Tangerang, Amal Faihan Maimun.
Keuntungan dari usaha budidaya ikan dapat diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pesantren, seperti pemenuhan kebutuhan pangan santri, biaya operasional, pengembangan sarana pendidikan, kesejahteraan pengelola, hingga pengembangan unit usaha pesantren lainnya.
Program ini sekaligus membuka ruang bagi para santri untuk belajar wirausaha secara langsung. Santri dapat terlibat dalam proses produksi, pencatatan biaya dan hasil usaha, pemasaran, hingga pengelolaan keuntungan.
Dengan konsep tersebut, pesantren tidak hanya menjadi lembaga pendidikan dan keagamaan, tetapi juga dapat berkembang sebagai lembaga yang memiliki kekuatan ekonomi dan mampu membiayai sebagian kebutuhannya secara mandiri.
FSPP Kabupaten Tangerang mengajak seluruh pesantren penerima bantuan untuk serius mengembangkan budidaya ikan sebagai usaha produktif. Setiap kolam diharapkan dapat menjadi sumber pangan, sumber pembelajaran, sekaligus sumber pendapatan.
“Mari kita ubah bantuan menjadi usaha, usaha menjadi pendapatan, dan pendapatan menjadi kekuatan ekonomi pesantren. Dari kolam-kolam pesantren, kita bangun kemandirian ekonomi dan masa depan santri yang lebih produktif,”ucapnya.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya sentra-sentra budidaya ikan pesantren di Kabupaten Tangerang, yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi lembaga pesantren.





