Pembangunan TPS3R di Anamui Cisauk Tidak Mangkrak, Baru Tahap Pematangan Lahan dan Akan Dilanjutkan Tahun Anggaran 2025

IMG 20241231 WA0016

TANGERANG – Kegiatan Pembangunan TPS3R di Anamui, Desa Suradita, Kecamatan Cisauk merupakan penanganan dan pengelolaan sampah sungai yang dikerjasamakan dengan KOICA Korea, lokasi yang ditetapkan oleh Bappeda telah disetujui oleh KOICA karena secara teknis dekat dengan aliran sungai Cisadane site pengelolaan sampah sungai dalam mengurangi 70 persen sampah plastik yang akan terbuang kelaut sesuai amanah Pepres 83 Tahun 2018, Selasa (31/12/2024).

Kegiatan diatas (pembangunan TPS3R, anamui Cisauk) merupakan pekerjaan tahap pertama di tahun 2024 adalah pematangan lahan karena lokasi cukup ekstrem.

Menurut penjelasan Kabid PSLB3 DLHK Kabupaten Tangerang, Hari Mahardika, Kegiatan pembangunan hanggar akan dilanjutkan di Tahun anggaran 2025.

Bacaan Lainnya

“Bukan Mangkrak, tapi akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2025, saat ini baru tahap pematangan lahan karena lokasi yang ada cukup ekstrem,”ungkapnya.

Pihak Koica, lanjut Hari, akan memasang Intercep penangkap sampah di Aliran Cisadane dan mendatangkan mesin pengolah sampah serta pengelolaan sampah organik di lokasi tersebut.

IMG 20241231 WA0018

“Nanti pihak Koica Korea akan mendatangkan mesin pengolah sampah serta pengelolaan sampah organik, dan kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut Kegiatan Kaji Terap Kerjasama Pemerintah Indonesia Lintas Sektor (Kemenko Marves, KLHK, Kemendagri dan Kementrian PUPR ) dengan Pemerintah Korea Selatan, sehingga kegiatan ini dimonitor dan sepengetahuan pemerintah pusat,”jelas Hari.

Sementara Kepala DLHK, Fachrul Rozi, mengatakan pada intinya bahwa pemerintah kabupaten tangerang konsern utk penanganan sampah baik sampah darat maupun sampah sungai.

IMG 20241231 WA0017

“Kerjasama dengan Koica merupakan salah satu upaya pemda untuk penanganan sampah sungai selain di tanjung burung,”ucapnya.

Program utama DLHK di tahun 2025, tambah Fachrul Rozi, kami akan fokus pada permasalahan sampah.

“Jadi sekali lagi, penanganan sampah tidak bisa secara instan dan perlu proses berkelanjutan serta perlu adanya peran serta masyarakat, jangan Apriori dulu, kami sedang berupaya dan marilah kita berpikir positif agar semuanya dapat berjalan dengan baik,”pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *