TANGERANG – Abah Rasiman (70) warga RT 01/06 Kampung Bojong, Desa pasanggrahan, Kecamatan Solear mengisi kesehariannya di hari tuanya dengan merajut kerajinan dari bambu, Minggu (9/08/2026).
Di hari tuanya, Abah Rasiman masih mengais rejeki dengan kepandaiannya membuat anyaman dari bambu, dan hal tersebut dilakukan dengan ikhlas sambil mengisi waktu dari hari ke hari.
Beberapa kerajinan yang di buat oleh Abah Rasiman di antaranya bakul nasi, tampah, topi tani, pengki dan lainnya, yang dijual dengan harga bervariasi dari harga Rp 10.000 sampai dengan harga Rp 30.000.
Abah Rasiman mengatakan bahwa kegiatan tersebut sudah lama di lakukan nya, dalam satu hari dapat menganyam 4 kerajinan, lumayan saja untuk menambahkan uang dapur, tapi Alhamdulillah cukuplah untuk keperluan rumah tangga.
“Anak saya 7 dan 6 cucu, Alhamdulillah mereka sudah berkeluarga, dirumah tinggal saya sama ibu saja, tapi Alhamdulillah anak anak tetap memikirkan kami,”ucapnya.

Menurutnya, kegiatan menganyam ini mengisi waktu saja, karena saya juga tidak bisa kemana mana karena sudah sakit sakitan, maklum usia juga sudah sepuh.
“Isi waktu saja pak, Alhamdulillah sehari hari ini saja yang saya lakukan, lumayanlah penghasilannya walaupun kadang ada pembeli kadang juga ga ada, pembelinya ada saja, mereka yang datang mengambil ke rumah,”jelasnya sambil tersenyum.
Ketika ditanyakan apakah mendapatkan bantuan dari pemerintah Desa Pasanggrahan, Abah Rasiman menjawabnya bahwa BLT dapat, terkadang juga sembako dari desa dapat, Alhamdulillah lah pak, ada saja rejekinya.
“Alhamdulillah BLT, sembako dapat dari desa, artinya warga dipikirkan oleh pak lurah Agus,”ujarnya.
Kehidupan sehari-hari yang dilakukan dengan menganyam bambu menjadi rutinitas sehari-hari, bambu yang dipergunakan adalah jenis Bambu APUS, Abah Rasiman tampak bahagia dan senang dengan apa yang dilakukannya, sehat selalu Abah Rasiman.







