Upaya DLHK Atasi Permasalahan Sampah, Mesin Huar Akan Menambang Sampah Lama dan Optimalkan Kapasitas TPA Jatiwaringin

IMG 20240821 WA0113

Faktakini.id, KABUPATEN TANGERANG – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang saat ini tengah berupaya menangani permasalahan sampah, salah satunya dengan menghadirkan Mesin Huar di TPA Jatiwaringin, Rabu (21/08/2024).

Untuk diketahui, Mesin Huar adalah mesin yang mampu memisahkan sampah plastik lama dengan tanah, kapasitas mesin ini dapat mengolah lima ton material sampah per jam.

DLHK Kabupaten Tangerang membeli dua unit Mesin Huar di tahun 2024 ini, jika dioperasikan delapan jam sehari alat ini bisa mengelola 80 ton sampah lama per hari atau atau 2.400 ton per bulan sehingga dapat meningkatkan kapasitas TPA Jatiwaringin.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Lingkungan dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Fachrul Rozi, menjelaskan menghadirkan Mesin Huar adalah salah satu upaya DLHK untuk mengatasi permasalahan sampah, di TPA kami akan lakukan penguatan dengan peremajaan alat berat, menginstal alat timbang truk agar kapasitas TPA terpantau dan terukur, selanjutnya kita akan tingkatkan kapasitas TPA Jatiwaringin dengan operasional kan alat huar.

IMG 20240821 WA0114

“Plastik yang terkumpul, akan diolah menjadi batako, genteng roaster dan lain-lain, sedangkan tanahnya bisa untuk kompos atau yang diatas 10 tahun sudah sesuai baku mutunya untuk lahan urugan yang dapat dikerjasamakan dengan pengembang (developer) perumahan, sehingga tidak perlu melakukan penggalian tanah untuk mengurug lahan, cukup menggunakan dari TPA Jatiwaringin,”paparnya.

Fachrul Rozi, menambahkan DLHK Kabupaten Tangerang siap menambang sampah lama untuk meningkatkan kapasitas TPA jatiwaringin yang selama 30 tahun belum di optimalkan dengan alat Huar ini.

“Di TPA Jatiwaringin di perkirakan sampah yang ada mencapai 20 juta ton ini akan ditambang plastiknya dan akan dioptimalkan untuk RDF, dan juga akan dimanfaatkan untuk bahan baku plastik moulding, Insya Alloh akhir September akan datang mesin huar tersebut, saat ini tahap inspeksi final assembling, di produksi di Banyumas, DLHK akan opersionalkan 2 unit alat huar,”ucapnya.

Tentunya dibutuhkan kerja sama dengan semua elemen masyarakat, penanganan permasalahan sampah tidak ada yang instan, karena butuh proses dan perjuangan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *