KOMDIGI dan Sinar Mas Land Perkuat Ekosistem Digital Indonesia Lewat GSIH BSD City

IMG 20260901 WA0046

TANGERANG — Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) bersama Sinar Mas Land memperkuat ekosistem digital Indonesia melalui kehadiran Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) BSD City. Platform kolaborasi ini menjadi ruang yang mempertemukan startup, talenta digital, industri, investor, akademisi, pemerintah, komunitas, serta mitra global untuk mendorong inovasi dan membuka akses pasar yang lebih luas.

GSIH BSD City merupakan bagian dari jaringan Garuda Spark Innovation Hub yang dikembangkan KOMDIGI untuk memperluas akses pelaku ekosistem digital terhadap sumber daya, teknologi, jejaring industri, investasi, dan peluang pasar. Kehadiran GSIH di BSD City sekaligus menjadikannya Global Hub pertama dalam jaringan tersebut.

Pengembangan GSIH berlangsung di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang semakin pesat. Laporan e-Conomy SEA yang diterbitkan Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat nilai ekonomi digital Indonesia mencapai USD99 miliar pada 2026 dan diproyeksikan meningkat hingga USD340 miliar pada 2030.

Bacaan Lainnya

Pertumbuhan tersebut didukung oleh semakin luasnya konektivitas digital. Sekitar 81 persen masyarakat Indonesia telah terhubung ke internet. Namun, potensi pasar digital yang besar membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan inovasi dan talenta dengan teknologi, industri, investasi, serta akses pasar nasional maupun global.

Kolaborasi KOMDIGI dan Sinar Mas Land ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada 26 Agustus 2026 di GSIH BSD City, Gedung Biomedical Campus.

Nota kesepahaman ditandatangani Direktur Pengembangan Ekosistem Digital KOMDIGI Sonny Hendra Sudaryana dan CEO Urban Solution Development Sinar Mas Land Irawan Harahap. Penandatanganan tersebut disaksikan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja, Direktur Jenderal Ekosistem Digital KOMDIGI Edwin Hidayat Abdullah, Sekretaris Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Provinsi Banten Karna Wijaya, Managing Director Sinar Mas Ferry Salman, serta Senior Vice President Corporate Affairs Sinar Mas Land Panji Himawan.

GSIH Jadi Ruang Kolaborasi Digital

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengapresiasi kehadiran GSIH BSD City sebagai ruang kolaborasi bagi berbagai elemen ekosistem digital Indonesia.

“Saya mengapresiasi terselenggaranya Launching Garuda Spark Innovation Hub di Biomedical Campus BSD City. Kehadiran GSIH ini penting untuk memastikan potensi digital Indonesia tidak berjalan sendiri-sendiri,” kata Meutya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (1/9).

Menurutnya, talenta, startup, investor, industri, pemerintah, perusahaan, dan akademisi perlu terhubung dalam satu ruang kerja bersama agar potensi digital Indonesia dapat dikembangkan secara lebih terintegrasi.

“Talenta, startup, investor, industri, pemerintah, perusahaan, dan para akademisi saat ini bekerja di ruangnya masing-masing. Garuda Spark kita lahirkan untuk membentuk satu ruang kerja bersama dari seluruh elemen tadi,” ujarnya.

Meutya juga menekankan prinsip “Locally Adopted, Nationally Coordinated, Globally Connected” sebagai landasan dalam membangun ekosistem digital yang mampu menghubungkan potensi lokal dengan jejaring nasional dan global.

KOMDIGI menargetkan jaringan GSIH berkembang hingga 500 Spoke. Menurut Meutya, target tersebut tidak hanya berorientasi pada perluasan jaringan, tetapi juga pemerataan akses terhadap sumber daya dan peluang dalam ekosistem digital.

“Target kita bukan hanya angka, tapi juga pemerataan. Mari kita jadikan GSIH sebagai ruang kerja bersama untuk membawa potensi dan gagasan menuju manfaat nyata bagi Tanah Air,” katanya.

Sinar Mas Land Dorong Inovasi ke Pasar Global

CEO Urban Solution Development Sinar Mas Land Irawan Harahap mengatakan, GSIH BSD City merupakan Global Hub pertama dalam jaringan Garuda Spark Innovation Hub.

Menurutnya, kehadiran GSIH merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem yang menghubungkan inovasi dengan kebutuhan industri sekaligus memperluas akses terhadap peluang pasar.

“GSIH di BSD City sebagai Global Hub pertama merupakan bagian dari upaya kami membangun ekosistem yang menghubungkan inovasi dengan kebutuhan industri dan peluang pasar,” ujar Irawan.

Melalui kolaborasi dengan KOMDIGI, GSIH BSD City diharapkan membuka akses bagi talenta, startup, teknologi, investor, dan jejaring ekosistem digital internasional.

“GSIH menjadi platform yang membantu menghubungkan inovasi dengan kebutuhan nyata industri dan membuka jalur menuju pasar global,” katanya.

Kehadiran GSIH juga memperkuat arah pengembangan BSD City sebagai kawasan yang mengintegrasikan berbagai aktivitas ekonomi, pendidikan, teknologi, dan inovasi dalam satu ekosistem.

Positioning tersebut sejalan dengan konsep GSIH sebagai “The New Home of Indonesia’s Digital Ecosystem & Global Gateway”, yang menempatkan BSD City sebagai salah satu titik penghubung bagi inovasi Indonesia menuju kolaborasi, industri, investasi, dan peluang global.

Penerapan Skema POGO

GSIH BSD City dihadirkan melalui skema Privately Owned, Government Operated (POGO). Dalam skema tersebut, Sinar Mas Land mendukung penyediaan infrastruktur fisik, sedangkan KOMDIGI mengorkestrasi program dan jejaring ekosistem.

Melalui model ini, startup, talenta digital, pelaku industri, investor, akademisi, pemerintah, komunitas, dan mitra global dapat terhubung dalam satu ruang kolaborasi.

Skema POGO juga mencerminkan kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam membangun infrastruktur ekosistem digital. Pemerintah berperan dalam orkestrasi program dan jejaring, sementara sektor swasta menyediakan lingkungan dan infrastruktur yang mendukung interaksi antarpelaku ekosistem secara berkelanjutan.

Didukung Infrastruktur dan Transportasi

GSIH BSD City berlokasi di Gedung Biomedical Campus, BSD City, yang memiliki akses ke sejumlah jaringan jalan tol, termasuk Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) Seksi 1A dan 1B serta Tol Jakarta-Serpong yang terintegrasi dengan Tol JORR 1.

Kawasan tersebut juga terhubung dengan jaringan Tol JORR 2 yang meliputi jalur Bandara Soekarno-Hatta, Kunciran, Serpong, Cinere, Cimanggis, Cibitung hingga Cilincing. Akses menuju kawasan juga didukung Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Jagorawi.

Mobilitas publik menuju GSIH BSD City turut didukung BSD Link, feeder bus BSD City, serta KRL Commuter Line melalui Stasiun Cisauk di Kawasan Intermoda BSD City dan Stasiun Jatake di Kawasan Hiera.

Dengan kolaborasi pemerintah dan swasta, dukungan infrastruktur, serta konektivitas nasional dan internasional, GSIH BSD City diharapkan menjadi salah satu simpul penguatan ekosistem digital Indonesia sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi inovasi dan talenta nasional untuk berkembang dan bersaing di pasar global. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *