Presiden Prabowo Setujui Marsinah Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional di Hari Buruh 2025

IMG 20250501 WA0059

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini memberikan dukungan yang kuat untuk mengangkat Marsinah, seorang aktivis buruh asal Nganjuk, Jawa Timur, sebagai Pahlawan Nasional. Pernyataan ini disampaikan di hadapan sekitar 200 ribu buruh yang merayakan Hari Buruh di Jakarta.

“Saya setuju usulan tokoh-tokoh buruh untuk mengangkat pejuang buruh Marsinah sebagai Pahlawan Nasional,” ungkap Presiden Prabowo, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para peserta aksi.

Marsinah, yang lahir di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, pada 10 April 1969, adalah karyawan PT Catur Putra Surya (CPS), sebuah pabrik arloji di Sidoarjo. Ia dikenal karena keberaniannya dalam memperjuangkan hak-hak buruh. Sayangnya, pada 8 Mei 1993, Marsinah ditemukan tewas dengan luka-luka yang menunjukkan adanya penyiksaan. Kasus pembunuhannya hingga kini menjadi simbol perjuangan keadilan bagi pekerja di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengumumkan sejumlah komitmen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan buruh, antara lain:

– Pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh
– Percepatan pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
– Penghapusan sistem kerja kontrak yang merugikan buruh
– Persetujuan terhadap RUU Pekerja Nelayan
– Revisi undang-undang ketenagakerjaan yang tidak berpihak pada buruh
– Pembentukan Satgas PHK untuk mencegah pemutusan hubungan kerja sepihak

Marsinah dikenal sebagai sosok mandiri, cerdas, dan memiliki semangat belajar yang tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, ia bekerja di PT CPS dan aktif memperjuangkan hak-hak buruh. Pada awal Mei 1993, ia terlibat dalam pemogokan massal yang menuntut perbaikan kondisi kerja dan upah yang layak. Aksinya berujung pada pemecatan paksa terhadap 13 buruh oleh aparat di Kodim 0816 Sidoarjo, namun Marsinah tetap menunjukkan solidaritas dan keberanian luar biasa.

Aksi-aksi yang dilakukan Marsinah meliputi:

– Menuntut kenaikan upah sesuai ketentuan Menteri Tenaga Kerja
– Memperjuangkan hak cuti haid dan cuti hamil
– Menuntut pemberian THR dan jaminan sosial buruh
– Menolak intimidasi dan pemecatan sepihak pasca pemogokan
– Meminta pembubaran unit kerja SPSI di perusahaannya

Dukungan Presiden Prabowo terhadap pengangkatan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional menjadi momentum penting dalam sejarah gerakan buruh di Indonesia. Langkah ini tidak hanya menghormati Marsinah, tetapi juga mengakui perjuangan seluruh buruh yang berjuang untuk hak dan keadilan sosial.

Dengan penetapan ini, diharapkan semangat perjuangan Marsinah dapat menginspirasi generasi mendatang untuk terus memperjuangkan hak-hak buruh dan keadilan sosial di Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *