TANGERANG – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tangerang ke-394 menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi secara mendalam arah dan capaian pembangunan daerah. Ketua Umum Perkumpulan Paseba Tangerang Utara, H. Imam Fachrudin, S.Ag., S.H., menegaskan bahwa momentum bersejarah ini tidak boleh terjebak dalam seremoni tahunan belaka, melainkan harus dijadikan ruang refleksi bersama atas realisasi kesejahteraan masyarakat, Selasa (13/10/2026).
“Perjalanan panjang selama hampir empat abad telah membawa dinamika besar bagi Kabupaten Tangerang. Pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat, perluasan kawasan permukiman, hingga maraknya ekspansi industri memang mendorong gerak ekonomi daerah. Namun, di balik lompatan angka pertumbuhan tersebut, terdapat tanggung jawab mendasar yang menuntut perhatian serius, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan mutu pendidikan, kualitas layanan kesehatan, hingga perlindungan anak dan pemerataan infrastruktur di seluruh kecamatan,”paparnya.
Kemajuan fisik suatu daerah sejatinya harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup warganya. Pertanyaan esensial yang perlu terus diajukan adalah sejauh mana investasi dan pembangunan proyek fisik telah dirasakan manfaatnya secara merata oleh masyarakat bawah. Peluang kerja di kawasan industri semestinya mampu menyerap potensi generasi muda lokal, sementara akses pendidikan dan fasilitas kesehatan yang layak harus dapat dijangkau oleh setiap anak di Kabupaten Tangerang tanpa terkecuali.
Dalam konteks tata kelola pemerintahan, keberhasilan sebuah daerah tidak hanya diukur dari kemampuan menyusun program atau merealisasikan anggaran. Pemerintah Daerah dituntut memiliki transparansi, akuntabilitas, serta kepekaan tinggi terhadap persoalan riil di lapangan. Keberanian untuk mengevaluasi kebijakan yang belum efektif merupakan kunci penting dalam mewujudkan tata kelola publik yang responsif dan berpihak pada kepentingan umum.
“Pembangunan daerah juga membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Elemen organisasi kemasyarakatan, pemuda, akademisi, pelaku usaha, hingga insan pers perlu diberikan ruang konstruktif untuk menyampaikan aspirasi dan pengawasan. Kritik publik yang didasarkan pada fakta objektif semestinya ditempatkan sebagai panduan perbaikan kebijakan demi kemajuan bersama,”tegasnya
Memasuki usia ke-394 tahun, Kabupaten Tangerang berkesempatan meneguhkan kembali arah pembangunannya. Pertumbuhan ekonomi dan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan pemerataan kesejahteraan serta pembukaan lapangan kerja bagi warga lokal. Pada akhirnya, refleksi hari jadi ini adalah tentang bagaimana membaca realitas hari ini demi menyiapkan masa depan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang dan berkeadilan.
Sumber : H.Imam Fachrudin S.Ag SH (Ketua Umum Paseba)





