TANGERANG – Dalam rangka menyambut Hari Ginjal Sedunia 2026, RSUD Tigaraksa menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kesehatan bertema “Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Ginjal”, bertempat di ruang tunggu pendaftaran rumah sakit, Rabu (11/03/2026).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dokter spesialis penyakit dalam, dr. Pradipto Utomo, Sp.PD, serta diikuti oleh pasien dan keluarga pasien yang sedang menunggu pelayanan. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal serta melakukan deteksi dini terhadap penyakit ginjal.
Dalam penyampaiannya, dr. Pradipto menjelaskan bahwa ginjal merupakan organ penting yang memiliki banyak fungsi bagi tubuh, di antaranya menyaring racun dari darah, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, membantu mengatur tekanan darah, memproduksi hormon pembentuk sel darah merah, serta mengaktifkan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang.
“Apabila fungsi ginjal terganggu, berbagai masalah kesehatan dapat terjadi, mulai dari batu ginjal, infeksi ginjal, hingga penyakit ginjal kronis yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya,”papar dr Pradipto.
Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai tanda dan gejala gangguan ginjal, seperti mudah lelah, mual, gatal pada kulit, bengkak pada kaki atau wajah, tekanan darah tinggi, serta berkurangnya jumlah urin.

Selain itu, dijelaskan pula pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan atau medical check up (MCU) yang meliputi pemeriksaan darah seperti ureum, kreatinin, dan cystatin C, pemeriksaan urin untuk melihat adanya protein, serta pemeriksaan penunjang lain seperti USG jika diperlukan, Pemeriksaan ini dianjurkan dilakukan secara rutin minimal satu kali dalam setahun.
Dalam Penyuluhan tersebut juga dijelaskan mengenai kelompok masyarakat yang memiliki resiko lebih tinggi mengalami penyakit ginjal, yaitu orang berusia di atas 35 tahun, penderita diabetes, penderita hipertensi, individu dengan riwayat keluarga penyakit ginjal, serta pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh darah. Kelompok ini dianjurkan untuk lebih rutin melakukan pemeriksaan kesehatan agar gangguan ginjal dapat terdeteksi lebih awal dan segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Sebagai langkah pencegahan, narasumber juga menyampaikan delapan langkah sederhana untuk menjaga kesehatan ginjal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah tersebut meliputi tetap aktif dan rutin berolahraga, mengendalikan kadar gula darah, memantau tekanan darah secara teratur, mengonsumsi makanan sehat serta menjaga berat badan ideal, mencukupi kebutuhan air minum, tidak merokok, tidak mengonsumsi obat atau jamu tanpa pengawasan dokter, serta melakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara rutin melalui medical check up.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, RSUD Tigaraksa berharap masyarakat semakin memahami bahwa penyakit ginjal kronis bukanlah kondisi yang tidak dapat dicegah.
Dengan menerapkan gaya hidup sehat, mengendalikan penyakit penyebab seperti diabetes dan hipertensi, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, risiko kerusakan ginjal dapat ditekan. Diharapkan kegiatan edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan ginjal sehingga kualitas hidup tetap terjaga








