TANGERANG – Kelangkaan gas elpiji 3 kg yang dinilai kebijakan pemerintah belum tepat, Pasalnya banyak masyarakat yang mengeluhkan susahnya mendapatkan gas 3 kg mereka harus mengantri Berjam jam, khususnya untuk pedagang kecil akibatnya banyak masyarakat yang berjualan, tidak mendapatkan Gas 3 kg pada akhirnya tidak bisa berjualan, Senin (03/02/2025).
Salah satu warga yang merupakan sebagai kadus di Desa karet Sepatan mengungkapkan bahwa sebelumnya ia bisa membeli elpiji 3 kg di warung dekat rumah, hingga ke pom bensin triti kutabumi hasilnya Nihil.
Namun kini harus antre di Agen pangkalan kadang sering kehabisan stok juga.
“Dulu lebih mudah, di warung selalu ada.!! Sekarang jika kehabisan di pangkalan, kami harus mencari ke tempat lain yang lebih jauh,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh pedagang kecil yang bergantung pada gas elpiji untuk usaha mereka. “Udin (35), pemilik penjual gorengan jenis cireng, berharap gas melon 3 kg, bisa kembali dijual di pengecer agar lebih mudah diakses.

“Kalau beli di pangkalan, sering dibatasi satu tabung per orang, padahal saya butuh lebih dari satu ditambah lagi panjangnya antrian,”katanya.
Masyarakat berharap pemerintah dan Pertamina bisa mencari solusi agar distribusi gas elpiji 3 kg tetap lancar tanpa menyulitkan warga. Kami dan masyarakat lainnya mengusulkan agar pengecer kembali diperbolehkan menjual gas dengan pengawasan yang ketat agar tetap, tepat sasaran.
Hingga kini, pemerintah terus memantau distribusi gas bersubsidi ini untuk memastikan ketersediaannya bagi masyarakat yang berhak. Namun, harapan agar gas elpiji 3 kg kembali tersedia di wilayah kabupaten Tangerang khususnya wilayah kecamatan Sepatan,” tandasnya.







