Pasca Kebakaran, DLHK Upayakan Pemulihan kualitas Lingkungan di TPA Jatiwaringin dengan Aplikasi Eco Enzyme

IMG 20260715 WA0187

TANGERANG – Pasca bencana Kebakaran yang melanda TPA Jatiwaringin, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang melaksanakan aplikasi Eco Enzyme di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Rabu (15/07/2026).

Sebagai bagian dari upaya pemulihan kualitas lingkungan pasca bencana kebakaran yang terjadi sejak 30 Juni 2026 dan telah dinyatakan padam pada 11 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan tahapan awal rehabilitasi lingkungan sekaligus tindak lanjut penanganan darurat untuk mempercepat pemulihan kondisi ekosistem TPA.

Aplikasi Eco enzyme difokuskan pada area yang terdampak kebakaran, termasuk zona timbunan sampah, saluran lindi, serta titik-titik yang berpotensi menimbulkan bau dan pencemaran.

Bacaan Lainnya

Eco enzyme merupakan cairan hasil permentasi bahan organik yang berfungsi membantu mempercepat proses dekomposisi alami, menekan pertumbuhan mikro organisme patogen, mengurangi bau, serta mendukung perbaikan kualitas lingkungan di kawasan TPA.

Kepala DLHK, Ujat Sudrajat menjelaskan hal tersebut dilakukan agar dampak pasca kebakaran di masyarakat bisa segera teratasi dan ini sebagai langkah TPA Jatiwaringin dapat berfungsi kembali.

“Upaya yang di lakukan sebagai langkah agar TPA Jatiwaringin berfungsi kembali dan dampak masyarakat bisa teratasi.”ujar Ujat Sudrajat.

Kepala Bidang PSLB3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, Hari Mahardika menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pemulihan yang berkelanjutan.

IMG 20260715 WA0217

“Setelah proses pemadaman berhasil dilaksanakan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kementerian Lingkungan Hidup, BNPB, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan berbagai unsur lainnya, fokus penanganan kini bergeser pada rehabilitasi lingkungan agar kawasan TPA dapat kembali berfungsi secara optimal dan aman bagi masyarakat sekitar,”ucapnya.

Kepala UPT TPA Jatiwaringin, Jaya Gemi juga mensuport langkah yang diambil Kepala DLHK sebagai upaya agar masyarakat yang terdampak bisa teratasi.

Program aplikasi Eco enzyme juga melanjutkan inovasi yang sebelumnya telah diterapkan DLHK Kabupaten Tangerang di TPA Jatiwaringin.

Berdasarkan hasil pemantauan kualitas lingkungan, penggunaan Eco enzyme secara berkala terbukti memberikan dampak positif terhadap penurunan pencemar biologis serta mendukung peningkatan kualitas air di sekitar kawasan TPA. Upaya tersebut akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari penguatan pengelolaan TPA yang lebih ramah lingkungan.

Selain aplikasi Eco enzyme, DLHK Kabupaten Tangerang akan melaksanakan serangkaian langkah rehabilitasi lainnya, antara lain pemantauan kualitas udara dan air tanah, penguatan sistem pengelolaan lindi, penataan kembali area terdampak kebakaran, pengendalian emisi gas landfill, serta penghijauan melalui penanaman vegetasi sebagai bagian dari mitigasi risiko kebakaran di masa mendatang.

Seluruh langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan menuju transformasi TPA Jatiwaringin menjadi fasilitas pengelolaan sampah yang modern, aman, dan berwawasan lingkungan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *