Warga Cikareo Tolak Adanya Penangkaran Sapi di Kampung Barahat

IMG 20240609 WA0013

Faktakini.id, KABUPATEN TANGERANG – Warga RT.12/06 Kp.Barahat Desa Cikareo Kecamatan Solear membentangkan spanduk sebagai salah satu aksi penolakan terkait adanya kandang penangkaran (penggemukan_red) sapi di wilayahnya, Minggu (9/06/2024).

Aksi warga sekitar tersebut menolak dimana merasakan aroma yang tidak sedap, selain itu dampak lain akibat pedangkalan pembuangan sudah tinggi kurang lebih 1 MC, dan pencemaran saluran air karena yang keluar bukan kotoran padat namun sudah berwarna coklat dan bau tidak sedap, akibat keberadaan penangkaran sapi itu yang dinilai telah melakukan pencemaran udara sehingga masyarakat merasa tidak nyaman.

Diketahui keberadaannya kandang sapi tersebut telah berjalan 4 tahun, namun penolakan sejak bulan puasa kemarin, ini disebabkan adanya sapi yang dinilai sudah melebihi kapasitas, mencapai kurang lebih 100 ekor.

Bacaan Lainnya

“Untuk pemilik nya setahu kami atas nama pak Firman, dan pernah kita melakukan musyawarah dengan beliau, pada waktu itu pak Firman juga hadir, dan di hadiri aparatur desa RT/RW, Jaro Kardi serta masyarakat lain, juga Babinsa di masjid saat itu, namun tidak ada titik terang dalam penyelesaian masalah ini,”jelas Ustadz Solihin.

Secara kompensasi kepada warga hanya sebatas sembako, itu pun ada ketika masyarakat mulai protes baru ada perhatian, jadi kami anggap itu tidak sesuai dengan dampak yang kami rasakan.

“Setahu saya keberadaan penangkaran sapi ini hanya izin usaha, dan tidak ada izin lingkungan di wilayah kami, jadi kami nyatakan untuk izin lingkungan mereka tidak ada,”ungkap ustad Solihin yang rumahnya tepat tidak jauh dari gerbang lokasi penangkaran sapi.

Untuk hal ini tidak ada toleransi lagi, kami tetap menolak keberadaan penangkaran sapi di wilayah kami dan kami beserta warga lain sudah melakukan tanda tangan petisi penolakan oleh warga yang terdampak, dan sudah kami serahkan kepada kepala desa Cikareo.

“Jika tidak terealisasi kami akan tetap menuntut hak kami untuk lingkungan yang sudah dicemari, dan sampai kapan pun kami akan tetap melakukan aksi ke jenjang yang lebih atas lagi jika aspirasi kami tidak di gubris,”tegasnya.

Sampai berita di tayangkan, pihak pengelola belum dapat dihubungi.

(ABT)

Ed

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *